CIMSA atau Center for Indonesian Medical Students’ Activities berdiri pada 6 Mei 2001 di Jakarta. CIMSA merupakan organisasi mahasiswa kedokteran di Indonesia yang berdasarkan aktivitas dan memiliki sifat independen, nasionalis, inklusif, non-politik dan non-partisan. CIMSA memiliki enam bidang kerja yang disebut Standing Committee atau SCO. Keenam SCO tersebut adalah Standing Committee on Medical Education (SCOME), Standing Committee on Sexual and Reproductive Health and Rights including HIV&AIDS (SCORA), Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP), Standing Committee on Public Health (SCOPH), Standing Committee on Research Exchange (SCORE) dan Standing Committee on Professional Exchange (SCOPE). CIMSA didirikan oleh enam universitas, yaitu Unsyiah, Unand, UI, Unpad, UGM dan Unair.
Universitas Syiah Kuala sebagai salah satu universitas pendiri CIMSA Indonesia mengirimkan beberapa perwakilan ke Jakarta untuk ikut andil dalam pembentukan CIMSA Indonesia, yaitu Yopie Afriandi Habibie, Ikhsan dan Mairita Sari. Setelah berdirinya CIMSA Indonesia, kedua perwakilan tersebut menjadi inisiator untuk mendirikan CIMSA FK Unsyiah dengan membentuk tim yang terdiri dari Yopie Afriandi Habibie, Mairita Sari, Lukman Hakim Harahap, Harry Laksamana, Norman, Syah Indra Husada dan Faizal Muslim. Tim ini juga mendapat dukungan dari Alm. dr. Firdaus Nuzula, dr. Rachmad Suhanda dan dr. Rais.
Tidak lama setelah itu, CIMSA FK Unsyiah berhasil dibentuk dalam kondisi masih belum stabil dan masih bernaung di bawah BEM FK Unsyiah. Hal ini terjadi karena pada saat itu belum banyak mahasiswa yang tertarik untuk berorganisasi sehingga anggota CIMSA FK Unsyiah masih sangat sedikit. Di sisi lain juga dipengaruhi karena adanya dualisme keanggotaan dimana banyak dari pengurus CIMSA FK Unsyiah yang juga merupakan pengurus dari BEM FK Unsyiah.Â
Pada tahun 2001, Standing Committee on Sexual and Reproductive Health and Rights including HIV/AIDS (SCORA) merupakan standing committee pertama yang berdiri di CIMSA FK Unsyiah. Diikuti oleh Standing Committee on Human Right and Peace (SCORP) pada tahun yang sama dan disusul oleh Standing Committee on Medical Education (SCOME) yang didirikan di CIMSA FK Unsyiah pada tahun 2002. Awalnya, ketiga standing committee tersebut masih menjadi bagian dari BEM FK Unsyiah.Â
Saat tahun-tahun awal CIMSA FK Unsyiah didirikan, Dekanat FK Unsyiah sangat terbuka dengan keberadaan CIMSA FK Unsyiah. Tidak berapa lama setelahnya hubungan antara CIMSA FK Unsyiah dan Dekanat FK Unsyiah menjadi fluktuatif karena keberadaan CIMSA FK Unsyiah dianggap tidak memberikan nuansa yang berbeda dari ISMKI yang telah berdiri sebelumnya. Beberapa pengurus CIMSA FK Unsyiah pun berjuang untuk mempertahankan organisasi ini saat ingin dibekukan oleh pihak Dekanat FK Unsyiah. Akhirnya perngurus CIMSA FK Unsyiah mengadakan negosiasi dengan pihak Dekanat FK Unsyiah dan menyampaikan bahwa CIMSA FK Unsyiah memiliki perbedaan dengan ISMKI, yaitu program exchange untuk para mahasiswa dan exchange penelitian. Karena hal tersebut, pihak Dekanat FK Unsyiah kembali mempertimbangkan keberadaan CIMSA FK Unsyiah sebagai sebuah organisasi mahasiswa yang berdiri secara utuh. Akhirnya, keputusan pihak Dekanat FK Unsyiah memberikan secercah harapan kepada CIMSA FK Unsyiah untuk terus hidup dan aktif.Â
Pada May Meeting 2003 yang diadakan di Yogyakarta, CIMSA FK Unsyiah mengirimkan beberapa delegasi, salah satunya adalah Satria Perwira yang kemudian ditunjuk menjadi Local Coordinator (LOCO) CIMSA FK Unsyiah. Setelah CIMSA FK Unsyiah memiliki LOCO, maka ketiga standing committee yang sebelumnya masih berdiri dibawah BEM FK Unsyiah dicabut dan dipindahkuasakan sepenuhnya kepada LOCO CIMSA FK Unsyiah.Â
Pada tahun 2004, May Meeting kembali diadakan di Solo dan pada pertemuan ini CIMSA FK Unsyiah mengajukan pembentukan tiga standing committee baru di lokal, yaitu Standing Committee on Public Health (SCOPH), Standing Committee on Research Exchange (SCORE) dan Standing Committee on Professional Exchange (SCOPE).Â
CIMSA FK Unsyiah semakin berkembang dari berbagai aspek, mulai dari internal, eksternal, standing committee, finance dan administrasi. Hal ini terbukti dari berbagai aktivitas yang diadakan oleh CIMSA FK Unsyiah semakin beragam, jumlah anggota CIMSA FK Unsyiah semakin meningkat, prestasi yang didapatkan oleh member-member CIMSA FK Unsyiah dan terjalinnya kerja sama antara CIMSA FK Unsyiah dan pihak eksternal semakin banyak dan bervariasi serta diikuti oleh semakin banyaknya mahasiswa yang mengikuti program exchange.
Kemudian berdasarkan Statuta Universitas Syiah Kuala Nomor 99 Tahun 2016, Universitas Syiah Kuala disingkat menjadi Unsyiah. Sehubungan dengan perubahan Statuta Universitas Syiah Kuala, maka terhitung sejak 1 Januari 2021 singkatan Unsyiah diubah menjadi USK. CIMSA FK Unsyiah pun berganti nama menjadi CIMSA FK USK di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang belum reda.
Â
Struktur Organisasi
Â

Â
Dokumentasi Kegiatan

Â





Â