
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menggelar Metamorfosis 2026 sebagai bagian dari rangkaian Pakarmaru Fakultas Lanjutan 2026.
Kegiatan yang berlangsung 14–15 Agustus 2026 di AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi sekaligus memberikan pembekalan terkait kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
Metamorfosis 2026 mencakup pengenalan fakultas dan program studi, sarana dan prasarana, sistem akademik, administrasi perkuliahan, serta berbagai kegiatan dan organisasi mahasiswa di lingkungan FK USK.
Kegiatan diawali sambutan Ketua Panitia Pelaksana dr Teuku Romi Imansyah Putra, M.KT, dan Wakil Dekan III FK USK Dr dr Nur Wahyunianti, M.Imun.
Pembukaan dilakukan secara simbolis melalui pemukulan rapai oleh Dekan FK USK Dr dr Bakhtiar, M.Kes, Sp.A, bersama Ketua Pelaksana Harian, Ketua BEM FK USK, dan Ketua Panitia Kegiatan.
Ketua Panitia Pelaksana dr Teuku Romi Imansyah Putra mengatakan Metamorfosis tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan ketangguhan dan keterampilan sosial mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, kami mengharapkan agar nantinya para mahasiswa baru tidak hanya terfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan, keterampilan sosial yang baik, serta kemampuan manajemen energi dan waktu yang baik,” ujarnya.
Ia berharap pembekalan tersebut dapat membentuk calon dokter dan psikolog yang mampu menginspirasi serta mengambil bagian dalam kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan sejumlah dosen FK USK sebagai narasumber untuk memberikan materi, berbagi pengalaman, dan memberikan pelatihan kepada peserta.
Kegiatan diisi dengan talkshow pengenalan fakultas dan program studi, berbagi pengalaman bersama alumni dan mahasiswa berprestasi, serta sosialisasi berbagai kegiatan wajib dan organisasi mahasiswa.
Metamorfosis 2026 mengusung tema “Rooted in Earth, Born to Fly” dengan tagline “Apaniwa Saujana Wiyata”.