Banda Aceh, 20 Agustus 2026 — Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan sejarah dan kebanggaan dengan berhasil meluluskan dokter subspesialis pertama melalui program pendidikan berbasis universitas (university-based), yaitu dr. Hasna Laura, Sp.PD, Subsp.K.V.(K), FINASIM, sebagai Konsultan Kardiovaskular, dengan predikat cumlaude.

Yudisium kelulusan telah dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 bertempat di Gedung AAC Dayan Daood, Kampus Universitas Syiah Kuala. Pada kesempatan yang sama, Departemen Ilmu Penyakit Dalam USK juga melepas empat dokter yang telah menyelesaikan pendidikan dokter spesialis penyakit dalam, yaitu dr. Muhammad Thaifur, Sp.PD; dr. Intan Keumala Sari, Sp.PD; dr. Novita Hareyanti, Sp.PD; dan dr. Erick Sebastian, Sp.PD.

Lulusan pertama program subspesialis tersebut menjadi momentum penting bagi Departemen Ilmu Penyakit Dalam USK, khususnya dalam perjalanan pengembangan pendidikan dokter subspesialis. Program pendidikan dokter subspesialis ilmu penyakit dalam di USK telah dibuka sejak tahun 2023 dan terus berkembang hingga memperoleh pengakuan dari kolegium dengan predikat akreditasi Unggul. Keberhasilan meluluskan konsultan kardiovaskular pertama menjadi bukti nyata komitmen departemen dalam membangun pendidikan subspesialis yang berkualitas, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Dalam menyelesaikan pendidikannya, dr. Hasna Laura mengangkat tesis berjudul “Analisis Kadar Short Chain Fatty Acids terhadap Stenosis Arteri Koroner pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Stabil.” Penelitian tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu kardiovaskular, sekaligus memperkuat tradisi penelitian sebagai bagian integral dari pendidikan subspesialis di Departemen Ilmu Penyakit Dalam USK.

Saat ini, Departemen Ilmu Penyakit Dalam USK telah mengembangkan lima peminatan pendidikan dokter subspesialis, yaitu Kardiovaskular (KV), Endokrinologi, Metabolik dan Diabetes (EMD), Ginjal Hipertensi (GH), Gastroenterohepatologi (GEH), serta Hematologi Onkologi Medik (HOM). Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya kapasitas akademik dan pelayanan Departemen Ilmu Penyakit Dalam USK dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh dan kawasan sekitarnya. Hingga saat ini, program pendidikan dokter subspesialis tersebut telah memiliki 15 peserta didik.

Pencapaian ini tidak terlepas dari dedikasi, kerja keras, dan komitmen seluruh Guru Besar serta staf pendidik Departemen Ilmu Penyakit Dalam USK yang senantiasa memberikan bimbingan, pendidikan, dan keteladanan kepada para peserta didik. Keberhasilan melahirkan konsultan pertama menjadi hasil dari proses panjang yang dibangun secara kolektif oleh seluruh sivitas akademika departemen.

Departemen Ilmu Penyakit Dalam USK menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Guru Besar, staf pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan pendidikan dokter spesialis dan
subspesialis. Capaian ini diharapkan menjadi langkah awal untuk terus melahirkan konsultan-konsultan berkualitas, memperkuat budaya akademik dan penelitian, serta memberikan kontribusi yang semakin besar bagi pengembangan pelayanan kesehatan di Aceh, Indonesia, dan dunia internasional.

Departemen Ilmu Penyakit Dalam USK — terus tumbuh, berkarya, dan melahirkan konsultan untuk masa depan pelayanan kesehatan yang lebih baik.