Aceh Besar — Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 5–6 September 2026, bertempat di The Pade Hotel, Aceh Besar. Raker mengusung tema “Penguatan Good University Governance, Hilirisasi & Inovasi Riset Berkelanjutan, serta Peningkatan IKU Menuju USK Bereputasi Global” dengan tujuan utama menyusun perencanaan program kerja dan rencana anggaran fakultas untuk tahun 2027.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV Universitas Syiah Kuala, Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc. Turut hadir Ketua LLDIKTI Wilayah XIII Dr. Rizal Munadi, MM, MT selaku narasumber, Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin, Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh, Direktur RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh, Ketua IDI Wilayah Aceh, Ketua IDI Kota Banda Aceh, Ketua Ikatan Alumni FK USK, serta Ketua BEM FK USK.

Raker dipimpin langsung oleh Dekan FK USK Dr. dr. Bakhtiar Thaib, Sp.A., M.Kes., didampingi jajaran Dekanat, yaitu Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. dr. Nasrul Musadir, Sp.S(K), FINA; Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Keuangan Dr. Sofia, S.Si., M.Sc.; serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan Dr. dr. Nur Wahyuniati, M.Imun. Kegiatan diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas para Kepala Departemen, Ketua Program Studi, dan Kepala Bagian di lingkungan FK USK.

Dalam sambutannya, Dekan FK USK Dr. dr. Bakhtiar Thaib, Sp.A., M.Kes. menyampaikan bahwa hasil pembahasan dalam agenda Raker selama dua hari ini akan menjadi dasar penyusunan program dan anggaran fakultas tahun 2027. Dekan juga menyampaikan sejumlah capaian yang berhasil diraih pada tahun 2026, di antaranya raihan akreditasi unggul untuk Program Studi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter serta beberapa program studi spesialis. Ia menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja bersama seluruh departemen, program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan rumah sakit pendidikan dan jejaring.

Dekan dan jajaran pimpinan di FK USK juga optimis dalam menghadapi tantangan besar yang dihadapi fakultas pada 2027, yakni pemenuhan dan regenerasi tenaga pendidik, ketersediaan serta pemerataan wahana pendidikan, mutu dan kesejahteraan peserta didik, khususnya peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis  serta keterbatasan anggaran. Untuk menjawab tantangan itu, Dekan mengajak seluruh peserta memusatkan perhatian pada tiga prioritas: penguatan mutu akademik dan akreditasi, penguatan sumber daya manusia dan wahana pendidikan, serta penguatan tata kelola dan kolaborasi. Dekan juga meminta setiap program studi menyampaikan paparan berbasis data. “Sampaikan paparan berbasis data, tidak hanya terbatas pada daftar kegiatan. Kami ingin melihat angka, capaian, dan kesenjangannya,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa setiap permasalahan hendaknya disampaikan bersama usulan solusinya.

Rangkaian Raker diisi pemaparan dari 32 program studi pada jenjang sarjana, profesi, magister, doktor, spesialis, dan subspesialis. Pemaparan dibagi ke dalam delapan panel dan diikuti sesi diskusi serta tanggapan langsung dari jajaran Dekanat. Pada hari pertama, peserta juga dilibatkan dalam kegiatan capacity building yang difasilitasi Tim Unit Pelayanan Psikologi dan Psikoterapi (UP3) Psikologi FK USK dan pada hari kedua diawali dengan agenda outbound untuk memperkuat kekompakan tim sebelum sesi pemaparan dilanjutkan.

Dari seluruh rangkaian pembahasan, tim perumus mencatat sejumlah isu strategis lintas program studi, antara lain penataan SDM dan homebase dosen, konsolidasi inventaris dan sarana-prasarana, persiapan akreditasi dan evaluasi kurikulum, ketepatan waktu studi serta dukungan kesejahteraan mahasiswa, penguatan kerja sama yang berorientasi pada implementasi dan luaran, tata kelola anggaran dan perjalanan dinas, peluang pengembangan program subspesialis (Sp-2), hingga penguatan riset dan hilirisasi melalui resource sharing. Isu-isu tersebut dituangkan ke dalam dua belas agenda tindak lanjut prioritas yang akan dikawal dekanat bersama seluruh program studi, mulai dari konsolidasi sarana-prasarana, pemetaan SDM dan homebase, verifikasi data akademik dan PDDIKTI, roadmap evaluasi kurikulum, sistem penanganan mahasiswa berisiko, hingga penataan jejaring alumni. Rapat Kerja ditutup pada Minggu sore dengan pembacaan rumusan hasil Raker dan sambutan penutup Dekan FK USK. Rumusan tersebut selanjutnya menjadi acuan penyusunan program kerja dan rencana anggaran FK USK Tahun 2027. “Melalui hasil Rapat Kerja ini, FK USK berharap seluruh program dan rencana yang telah dirumuskan dapat terlaksana dengan optimal, sehingga membawa Fakultas Kedokteran dalam mencapai visi USK yang unggul dan bereputasi global pada tahun 2027 mendatang.”