Banda Aceh — Presiden Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) Indonesia periode 2026–2027, Muhammad Aqila Putrawisesa, mengunjungi CIMSA Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) di Banda Aceh, Jumat, 16 Oktober 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat komunikasi dan sinergi antara pengurus CIMSA tingkat nasional, lokal, dan institusi pendidikan.

Dalam kunjungan tersebut, Aqila bertemu dengan pengurus dan anggota CIMSA FK USK serta pimpinan fakultas, termasuk Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan, serta Pembina CIMSA FK USK.

Pertemuan itu membahas peran organisasi mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas, kepemimpinan, dan kontribusi mahasiswa kedokteran terhadap masyarakat.

Aqila mengatakan, kunjungan perdananya ke Banda Aceh memberikan pengalaman positif, terutama melalui interaksi langsung dengan anggota CIMSA FK USK.

“Kali ini merupakan pertama kalinya saya mengunjungi Banda Aceh dan langsung bertemu dengan teman-teman CIMSA FK USK. Teman-teman di sini sangat terbuka dan menghadirkan kehangatan yang membuat saya merasa seperti bagian dari keluarga mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Local Coordinator CIMSA FK USK periode 2025–2026, Ikhwan Syafawi, mengatakan, pengembangan organisasi mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan arahan dari tingkat nasional. Menurutnya, aktivitas organisasi juga harus tumbuh dari kebutuhan dan pengalaman anggota di tingkat lokal.

“Bagi lokal, aktivitas CIMSA tidak cukup hanya dibangun melalui arahan dari tingkat nasional. Aktivitas-aktivitas ini harus tumbuh dari akar rumput, dari anggota yang menjalankan aktivitas secara langsung, memahami kebutuhan masyarakat setempat, dan menghadapi tantangan organisasi di lapangan,” kata Ikhwan.

Ia berharap kunjungan tersebut membuka ruang komunikasi yang lebih setara antara pengurus nasional dan lokal, sehingga aspirasi anggota dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan arah organisasi.

“Kami ingin suara lokal juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan arah gerak CIMSA Indonesia. Sebab, kekuatan CIMSA nasional tidak hanya ditentukan oleh visi yang besar, tetapi juga oleh sejauh mana visi tersebut mampu menjawab kebutuhan setiap lokal,” ujarnya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FK USK, Dr. dr. Nur Wahyuniati, M.Imun, menekankan pentingnya sinergi antara organisasi mahasiswa dan institusi pendidikan untuk mendukung pengembangan kapasitas serta kepemimpinan mahasiswa kedokteran.

Menurutnya, organisasi mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi ruang pengembangan diri, tetapi juga mendorong kontribusi nyata dalam menjawab persoalan kesehatan masyarakat.

Selain pertemuan dengan pimpinan fakultas, Aqila berdiskusi dengan pengurus CIMSA FK USK periode 2025–2026 dan para anggota. Interaksi tersebut menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai dinamika organisasi serta mendorong keterlibatan anggota dalam menjalankan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

CIMSA merupakan organisasi mahasiswa kedokteran Indonesia yang bersifat independen, inklusif, nonpolitik, dan nonpartisan. Organisasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa kedokteran untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus mengembangkan kapasitas sebagai calon tenaga kesehatan.

Melalui kunjungan tersebut, CIMSA FK USK diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dengan pengurus nasional dan institusi pendidikan. Upaya itu sejalan dengan semangat Think Globally, Act Locally, yakni menerjemahkan tujuan bersama ke dalam kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.

Sumber: https://rri.co.id/banda-aceh/iptek/2821331/presiden-cimsa-indonesia-kunjungi-cimsa-aceh-perkuat-sinergi-organisasi