
Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) merupakan organisasi mahasiswa kedokteran Indonesia yang bersifat nasionalis, independen, non-politik, inklusif, dan non-partisan. CIMSA menjadi wadah bagi mahasiswa kedokteran untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus mengembangkan kapasitas diri sebagai calon tenaga kesehatan. Salah satu bidang yang menjadi bagian dari CIMSA adalah Standing Committee on Medical Education (SCOME), yang berfokus pada pengembangan pendidikan kedokteran melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan peningkatan kapasitas mahasiswa. Sejalan dengan semangat tersebut, RADIANT 2026 (Radiology and Diagnostic Imaging Advancement Training) hadir sebagai ruang belajar bagi mahasiswa kedokteran untuk mengenal radiologi secara lebih dekat serta memahami penerapannya dalam lingkungan klinis.
Banda Aceh, 27 September 2026 — Standing Committee on Medical Education (SCOME) CIMSA Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (CIMSA FK USK) sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk RADIANT 2026: Bridging Imaging Knowledge with Radiology Experience. Kegiatan ini terbagi dalam dua rangkaian, yaitu Day 1 pada 14 Mei 2026 di Gedung A FK USK dan Day 2 berupa Hospital Visit pada 27 September 2026 di Instalasi Radiologi RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh. Program ini bertujuan untuk menjembatani pemahaman teori imaging dengan pengalaman klinis langsung di rumah sakit.
Pada rangkaian pertama (Day 1) dengan topik “Learning Through Images: Clinical Radiology from Theory to Practice”, kegiatan diikuti oleh kurang lebih 30 peserta. Sesi ini diawali dengan penyampaian materi oleh PPDS Radiologi, dr. Al Bukhari, yang memberikan pembekalan teoretis mendalam mengenai dasar-dasar pencitraan dan pengenalan gambaran radiologi. Selanjutnya, pembelajaran difokuskan pada interpretasi gambaran radiologi seperti thorax, ekstremitas, abdomen, dan gambaran klinis lainnya melalui diskusi kelompok yang dibimbing oleh para fasilitator, yaitu Zharifa Rahma Amani, Iftah Amnah Alifah, Raisya Muntazzia Nasution, dan Lutfi Hamda. Pembelajaran bertahap ini menjadi fondasi awal bagi peserta dalam menghubungkan temuan imaging dengan kondisi klinis pasien.

Antusiasme mahasiswa kedokteran nampak meningkat drastis pada rangkaian kedua (Day 2) melalui kegiatan Hospital Visit di Instalasi Radiologi RSUDZA. Jumlah peserta melonjak hingga sekitar 60 orang yang ingin merasakan langsung pengalaman pembelajaran di lingkungan pelayanan rumah sakit. Sebelum memasuki area pemeriksaan, peserta mendapatkan pembekalan dari dr. Teuku Muhammad Yus, Sp.Rad. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dengan sistem station visit melintasi lima pos, yaitu Ruang MRI, Ruang Fluoroskopi, Ruang X-Ray/Radiografi, Ruang USG, dan Ruang CT Scan. Setiap kelompok didampingi secara langsung oleh dokter-dokter PPDS Radiologi sebagai pendamping, yaitu dr. Cut Rizka Rahmi, dr. Fauzan Azmi, dr. Dessy Elfiana, dr. Muhammad Kurnia Caesar, dan dr. Syahbani Dwi Nugraha.
Pelaksanaan RADIANT 2026 menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa kedokteran dengan pengalaman klinis secara langsung. Melalui Hospital Visit, peserta tidak hanya melihat berbagai modalitas radiologi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memahami bahwa di balik setiap gambar terdapat proses pemeriksaan dan pertimbangan klinis yang berperan dalam pelayanan pasien. RADIANT 2026 menjadi langkah kecil untuk melihat radiologi bukan sekadar sebagai sebuah gambar, melainkan sebagai bagian dari perjalanan dalam memahami kondisi seorang pasien.

Project Officer RADIANT 2026, Cut Qatharus Salsabila, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan, khususnya Departemen Radiologi FK USK, Instalasi Radiologi RSUDZA, serta para dokter pemateri dan fasilitator. “Melalui RADIANT 2026, kami berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai radiologi, tetapi juga dapat merasakan secara langsung bagaimana ilmu tersebut diterapkan di lingkungan klinis. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh dokter dan pihak Instalasi Radiologi RSUDZA yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar dan melihat lebih dekat dunia radiologi,” ujarnya.
Sementara itu, Local Officer on Medical Education (LOME) CIMSA FK USK, Saudara Dio Nugraha, turut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan RADIANT 2026. “RADIANT 2026 menjadi salah satu bentuk upaya CIMSA FK USK dalam menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman secara langsung kepada mahasiswa. Melalui kegiatan seperti Hospital Visit, mahasiswa dapat melihat bagaimana ilmu yang mereka pelajari di dalam kelas diterapkan dalam pelayanan kesehatan. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, semangat belajar, dan kesiapan mahasiswa untuk terus berkembang sebagai calon tenaga kesehatan,” tuturnya.

Pelaksanaan RADIANT 2026 juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being, melalui peningkatan kualitas dan pemahaman calon tenaga kesehatan terhadap pelayanan penunjang medis; SDG 4: Quality Education, melalui penyediaan pendidikan kedokteran yang interaktif, aplikatif, dan berbasis pengalaman nyata dalam menciptakan pembelajaran yang berdampak dan bermakna.